Komentar dengan minimal 5 kata normal bisa mendapat EXP selama kuota harian tersedia.
Diskusi
Lv. 14• 3 bulan lalu
Alasan ngapa kok MC & temannya kaget trus tanya, "Kenapa mereka belum menyingkirkan permaisuri itu?", adalah karena kekuatan faksi Pontiff (Kuil/Gereja) itu jauh lebih bahaya bagi kerajaan daripada sekadar persaingan politik internal antara permaisuri sama selir biasa.
Nah, keberadaan si permaisuri di istana ini, udah bukan lagi sekadar urusan cinta atau status, tapi jadi perpanjangan tangan dari Kuil buat ngontrol, atau bahkan mengkudeta takhta kerajaannya.
Makanya faksi Pontiff (kuil) ini sering kali punya kedudukan yang setara atau bahkan lebih tinggi dari raja, karena mereka punya pegangan "Suara Dewa" atau "Hak Ilahi". Jadi, kalo si Permaisuri dari faksi Pontiff ini ngelahirin anak, Kuil bisa aja ngeklaim kalo anak itu adalah pemimpin yang dipilih oleh Dewa.
Jadi, kalo ngebiarin permaisuri dari faksi Pontiff tetap hidup & megang kekuasaan di istana, sama saja kek lagi pelihara bom waktu.
Komentar (3)
Komentar dengan minimal 5 kata normal bisa mendapat EXP selama kuota harian tersedia.
Alasan ngapa kok MC & temannya kaget trus tanya, "Kenapa mereka belum menyingkirkan permaisuri itu?", adalah karena kekuatan faksi Pontiff (Kuil/Gereja) itu jauh lebih bahaya bagi kerajaan daripada sekadar persaingan politik internal antara permaisuri sama selir biasa. Nah, keberadaan si permaisuri di istana ini, udah bukan lagi sekadar urusan cinta atau status, tapi jadi perpanjangan tangan dari Kuil buat ngontrol, atau bahkan mengkudeta takhta kerajaannya. Makanya faksi Pontiff (kuil) ini sering kali punya kedudukan yang setara atau bahkan lebih tinggi dari raja, karena mereka punya pegangan "Suara Dewa" atau "Hak Ilahi". Jadi, kalo si Permaisuri dari faksi Pontiff ini ngelahirin anak, Kuil bisa aja ngeklaim kalo anak itu adalah pemimpin yang dipilih oleh Dewa. Jadi, kalo ngebiarin permaisuri dari faksi Pontiff tetap hidup & megang kekuasaan di istana, sama saja kek lagi pelihara bom waktu.